BELL'S PALSY

1) DIAGNOSIS: 
a) lumpuh wajah (N.VII) unilateral LMN (seluruh kerut hilang, ageusia, hiperacusis yang disebabkan oleh kelemahan m. tensor timpani dan m. stapedius)
ini disesuaikan dengan level lesi:

  • di meatus akustikus internus atau ganglion geniculatum: terganggu semua (face, hear - selain hiperacusis juga disebabkan gangguan di N.VIII karena tempat keluarnya sama kyk N. VII, tear - dari greater petrosal nerve, taste). Yang membedakan, kalo lesi di meatus: N. VIII kena, tidak seperti kalo di ganglion yang N. VIII-nya tidak kena.
  • di facial canal: yang terganggu face, taste - chorda tympani
  • di stylomastoid foramen: face.
Grading House Brackman digunakan untuk menilai keparahan parese otot wajah dengan penyebab apa pun, tetapi sering diperkirakan untuk memprediksi prognosis dari Bell's palsy. Semakin berat presentasi awalnya, semakin jelek prognosisnya (kecil kemungkinan pulih sempurna), ditampilkan di tabel di bawah ini yang diambil dari sini.

b) onset akut (1-4 hari), biasanya tidak memburuk lebih dari hari ke-7 sampai 10. Jika memburuk lebih dari itu, maka harus dicurigai penyebab lain, begitu pula jika bertahan selama 3 minggu.
c) pemeriksaan penunjang (EMG) dilakukan hanya untuk menyingkirkan diagnosis banding, bukan untuk menegakkan diagnosis. Kalau klinis sudah yakin, maka tidak perlu EMG. DDx misalnya hemifacial spasme, yang terapinya jauh berbeda (inj. botulinum toxin). 

2) DIAGNOSIS BANDING
  • Ramsay Hunt synd.: kena N. VIII juga dan ada vesikel. 
  • CVA pons
  • PNP
  • CPA tumor: kena Cerebelum, pons, N. V, VI, VII
  • Miller Fisher synd (progresif)
  • brain metastases: jika ada riwayat keganasan primer di tempat lain, (dr. SNK) 1 bulan tidak membaik, pasien sebaiknya MRI + K karena kemungkinan metastasis.
  • Bisa di dd dengan Multiple cranial nerve palsy: CVA brainstem, MS, ME TB (terjadi tuberkel yg berkumpul di basis cranii)

3) TATALAKSANA: 
Masih kontroversi, beberapa cuma menyarankan reassurance. Menurut PPK Faskes Primer, 2017, terapi farmakologisnya adalah:
a) prednison 1 mg/kg atau 60 mg/hari selama 6 hari, diikuti penurunan 10 hari. (for reference: satu tablet prednison = 5 mg, jadi bisa 4 x 3 tab sehari. cara taper: 60-60-60-60-60-50-40-30-20-10). Harus diwaspadai apakah pasien ada immunocompromised (misal, HIV) atau tidak. Obat-obatan ini harusnya memberikan manfaat dalam 5 hari, tetapi jika tidak, maka stop setelah 1 minggu.
Note: Pasien yg datang sdh 1 bulan dengan Grade House-Brackmann masih tinggi harusnya inflamasinya sdh tidak akut lagi sehingga steroid harusnya sudah tidak ada tempat secara teori. Tapi sebenernya masih ada tempat kalau belum perbaikan (di luar teori), tetep pertimbangkan kontraindikasi misalnya immunocompromised. 
b) acyclovir 5 x 400 mg selama 7-10 hari KECUALI jika dicurigai varicella zoster maka menjadi 5 x 800 mg. (Dari dr. SNK: Tidak ada bedanya outcome pemberian acyclovir dan tanpa acyclovir, jika tidak ada riwayat infeksi, cukup berikan steroid. 90% pasien tidak ada riwayat infeksi)
c) lindungi mata (lubrikasi): artificial tears 6 x 1 tetes.
d) fisioterapi/akupunktur bisa dilakukan setelah fase akut (2 minggu). Modalitas rehabilitasi lain adalah massage, pemanasan dengan infrared, faradisasi (stimulasi listrik ke otot/saraf)

4) PROGNOSIS
akan sulit disembuhkan jika ada komorbid DM, riwayat keganasan, usia, dan jarak yang panjang antara onset hingga pengobatan.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENINGITIS TB

TERAPI EPILEPSI (ANTI SEIZURE MEDICATION/ASM)