TIC DISORDER

1) DEFINISI: TIC adalah gerakan atau vokalisasi abnormal yang tiba-tiba, repetitif, dan nonritmik yang habitual.


2) PATOFISIOLOGI: kemungkinan disebabkan gangguan dari basal ganglia dan korteks frontal inferior. Neurotransmiter yang kemungkinan bermasalah adalah dopamin (hiperinervasi neuron dopaminergik, abnormalitas uptake).


3) KLASIFIKASI 
a) SIMPLE MOTOR TIC: melibatkan satu atau sekelompok otot (berkedip, mengendus, batuk)
b) COMPLEX MOTOR TIC: melibatkan lebih dari satu kelompok otot dan seakan bertujuan (menyentuh seseorang, memukul, melompat)
c) SIMPLE PHONIC TIC: suara yang sederhana (mengerang, berdeham, menelan)
d) COMPLEX PHONIC TICS: kata-kata atau frasa yang rumit, kadang-kadang kata-kata yang tidak pantas
e) TOURETTE DISORDER (kriteria diagnosis DSM-5): 
  • tic motor multipel dan satu/lebih tics vocal 
  • tic bertahan selama 1 tahun sejak tic pertama 
  • onset < 18 thn 
  • tidak disebabkan zat atau penyakit fisik
Biasanya juga ada gangguan perilaku, paling sering OCD dan ADHD.

f) PERSISTENT (CHRONIC) MOTOR/VOCAL TIC DISORDER (kriteria diagnosis DSM-5): 
  • tics vocal/motor single/multiple, tetapi tidak keduanya, pernah muncul saat sakit. 
  • (kriteria 2-4 sama dgn di atas)
g) PROVISIONAL TIC (kriteria diagnosis DSM-5): tic motor dan/atau vokal yang bertahan < 1 tahun sejak onset tic pertama (onset dan etiologi sama seperti 2 di atas)


4) TATALAKSANA
Pengobatan tic kadang tidak diperlukan dan jika butuh, lebih difokuskan pada perbaikan jangka panjang. Pilihan obat tergantung dari gejala mana yang paling mengganggu dan efek samping yang mungkin akan dirasakan
a) Farmakologi: 
  • antagonis reseptor dopamin D2 (karena hiperinervasi dan dopamin banyak, jadi diblok): antipsikotik, tapi kekurangannya adalah EPS dan sedasi. Bisa diberikan dengan dosis lebih rendah dari dosis psikosis.
    • yang side effect sedasi & tardive dyskinesia paling rendah: risperidon. Dosisnya 0,5-1 mg PO, bisa 2 x 0,5 mg sehari
  • agonis reseptor dopamin presinaptik (karena reseptor presinaptik berfungsi mengurangi rilis dopamin di striatum): contoh obatnya pergolide, ropinirole 
  • jika yang menonjol gejala ADHD, berikan stimulan (guanfacin/clonidin)
  • jika yang menonjol gejala OCD, berikan SSRI dan/atau risperidon
  • botox (neuromuscular block) bisa disuntikkan untuk tic yang distonik (misalnya mata menjadi menutup terus) dan tics yang dirasa 'menyakitkan' (misalnya memutar kepala ke satu sisi berulang-ulang hingga sakit leher)
b) Habit reversal

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENINGITIS TB

TERAPI EPILEPSI (ANTI SEIZURE MEDICATION/ASM)