SPINA BIFIDA
1) Definisi: Salah satu neural tube defect. Bentuk yg paling sering adalah MYELOMENINGOKEL (keliatan dari luar, kulit intak, terdapat kecacatan - kelumpuhan ekst. bawah, gx sensoris, gx bladder bowel, disfungsi kognitif).
2) Patofisiologi: intinya adalah neural tube gagal menutup (terjadi pada usia gestasi 17-30 hari, sering ibu masih tidak sadar kalo hamil). Arkus vertebra tidak terbentuk dengan sempurna, sehingga sebagian meningen menonjol keluar bersama CSF dan atau myelumnya.
[Neural tube defect yang paling sering adalah ANENSEFALI dan MYELOMENINGOKEL. Anensefali disebabkan dari kegagalan penutupan dari ujung rostral neural tube sehingga terbentuk otak dan tengkorak yang inkomplet.]
3) KLASIFIKASI:
- SPINA BIFIDA CYSTICA: terdapat kista, berisi meningen + CSF (meningocele) atau + myelum (myelomeningocele). bentuk khusus yg paling PARAH dari ini adalah MYELOSCHISIS/MYELOCELE (myelum tidak berpenutup dan keluar ke permukaan)
- SPINA BIFIDA OCCULTA: yang ASIMTOMATIS, baru ketahuan setelah di pencitraan ternyata vertebral archnya tidak ada
4) Diagnosis
a) Manifestasi Klinis:
- letargi
- tidak mau makan
- rewel
- stridor
- inkoordinasi motorik mata
- gx perkembangan dan kognitif
- gx stature
- spastic
- bowel/bladder bermasalah
- back pain
- deformitas spinal dan/atau ext. bawah: lordosis lumbar, valgus, fleksi lutut
Pemfis: defisit motor (bisa UMN atau campuran)/sensoris. Gejala lain tergantung dari level kelainan:
- level thoracic: asosiasi dengan CNS dan kognitif
- level lumbar: gx motoris hip, quadriceps, hamstring, ankle dorsifleksi/plantarfleksi
- level sakral: hip and knee group normal, ankle plantar flexor is variable
DAPAT DISERTAI HIDROSEFALUS; jika terdapat hidrosefalus, maka terdapat keterlibatan ekstremitas atas. Jika hidrosefalus memberat, maka spinal cord akan kemasukan CSF sehingga membentuk tabung berisi cairan di tengah-tengah (SIRINGOMYELIA) => menyebabkan spastic paralysis dari ekstremitas dan skoliosis progresif
b) Pemeriksaan Penunjang:
PRENATAL: amniosentesis (kenaikan AFP pada 15-18 minggu), USG
POSTNATAL/anak-anak: level antikonvulsan, pemeriksaan sensitivitas terhadap lateks, kultur urin (gx bladder, bisa ada infeksi hingga gagal ginjal), imaging
4) TATALAKSANA
- Antibiotik, menutup sakus, dan pemasangan VP Shunt merupakan terapi standar di AS
- Suportif saja jika sakus ireparabel, infeksi/perdarahan CNS berat, atau anomali CNS lain yang mungkin mengancam nyawa.
- Rehabilitasi

Komentar
Posting Komentar