PRIMARY BRAIN TUMOR
1) LOKASI
- Pada dewasa, 2/3 kasus berasal dari supratentorial (glioma, metastase, dan meningioma)
- Pada anak, 2/3 kasus infratentorial (meduloblastoma and cerebellar astrocytoma)
2) DIAGNOSIS
a) Manifestasi Klinis: pokoknya gejala/tanda peningkatan TIK/gencetan nervus
- GEJALA (sama dengan tumor otak sekunder/metastasis): PERLAHAN dan onset SERING TIDAK DIKETAHUI, tetapi bisa ada episode AKUT JIKA ADA BLEEDING DLM TUMOR atau PENYUMBATAN VENTRIKEL TIGA. Cek progresifitasnya!
- Gejala bisa nonspesifik:
- sakit kepala brain tumor: sering muncul belakangan, ada gejala konstitusi banyak. Kadang MEMBERAT pada PAGI HARI, VALSAVA, MEMBUNGKUK, atau BANGUN DARI POSISI SUPINE. WASPADA JIKA SAKIT KEPALA ONSET BARU PADA ORANG TUA DAN ANAK-ANAK, disertai MUAL MUNTAH => stroke, episode akut dari tumor
- AMS
- ataksia
- mual-muntah
- lemah
- gx gait
- kejang: bisa karena tumornya sendiri (yang paling sering pada low grade glioma, mekanisme secara umum adalah destruksi korteks yang menimbulkan electrical discharge) atau herniasi (upward mendorong di sentral, menyebabkan penekanan supratentorial akhirnya kejang). Faktor-faktor yang mempengaruhi: 1) faktor peritumoral/perubahan morfologis 2) hipoksia, asidosis, perubahan metabolisme jaringan 3) perubahan neurotransmiter dan asam amino 4) perubahan inflamasi jaringan
Risiko kejang paling tinggi adalah pada tumor: DNET, ganglioglioma (80-100%), low grade astrocytoma (75%), meningioma (29-60%), high grade astrocytoma (30-50%), meta otak (20-35%), LM dan PCNSL (10%)
- gx penglihatan
- gx bicara
- gx sensoris fokal
- Tanda:
- PAPILEDEM
- cranial nerve palsy:
- DIPLOPIA
- Parinaud syndrome: tidak bisa melirik ke atas/kalau melirik ke atas jadi diplopia
- anosmia
- nystagmus
- homonim hemianopia: separuh lapang pandang kedua mata 'buta'
b) Penunjang
- jika MRS: DL, FH, SE (?), KK, fungsi koagulasi (FH, INR, fibrinogen, D-dimer; karena aktivasi oleh sel kankernya sendiri, mekanisme hiperkoagulabilitas berhubungan dengan keluarnya zat protrombotik dari
sel kankernya), acute phase reactant (karena ada nekrosis)
- Pemeriksaan hormon untuk tumor intrasella: adenoma pituitari (pemeriksaan hormonnya abnormal, salah satu contohnya adalah prolaktinoma => respons dengan obat-obatan) >< meningioma. Minimal dicek cortisol dan tiroid karena ini yang bisa menyebabkan hipermetabolisme dan komplikasi. Makroadenoma pituitari direseksi dulu baru hormonnya pemeriksaannya diulang.
- Pem. radio: CT scan/MRI
- CT scan => menyengat dgn kontras
- metastasis biasanya MULTIPEL LESION
- Untuk tumor intrasella, jika pemeriksaan hormon juga tidak jelas => biopsi intranasal
3) TATALAKSANA
- Acute: corticosteroid for brain edema (dexamethason 4-24 mg daily)
- Rujuk untuk bedah/radioterapi: dipertimbangkan jika lesi single di tempat yang aksesibel, (bahkan walaupun itu metastasis).
- Tatalaksana epilepsi jika memenuhi kriteria. Pilihan OAE yang tepat adalah non enzime inducer karena enzim inducer menurunkan efektivitas kemoterapi. Non enzime inducer salah satunya levetiracetam.
- Pencegahan DVT karena biasanya tumor ada hiperkoagulabilitas. DVT secara umum pakai Lovenox. Tidak ada klinis DVT, tapi D-dimer dan fibrinogen naik,
bedridden, dosisnya berbeda dengan yang sudah ada klinisnya.
4) PROGNOSIS
- Berdasarkan skor Karnofsky (> 70 => prognosis bagus), jumlah (single => prognosis bagus), lokasi.
- Metastasis => biasanya hanya paliatif (mengurangi penderitaan)
PLUS-PLUS
- dosis temozolamide: BSA x 75 (dosis konkomitan) 42 hari, Sabtu Minggu libur untuk radioterapi
- LGG: pertumbuhannya tahunan tidak seagresif hi-grade dalam menunjukkan gejala. Sering muncul pada orang muda. Manifestasi klinis: kejang. Efek TIK lebih ringan. LGG lebih homogen
- IDH 1 => wild type => glioma gr. IV ???
- IDH 1 => (+) => glioma gr. III ke IV ???
- STOOP protocol => kasu pada pasien tidak mendapatkan terapi adekuat
- IDH 1 (+) prognosis lebih bagus dari IDH wild type
Kejang pada tumor otak
mengapa muncul kejang pada pasien ini?
Jgn terburu2 mengaitkan kejang dgn lesi intrakranial.
Hidrosefalus adlh manifestasi utama tumor plexus choroid
Pembedahan sgt berisiko intratumoral bleeding
Choroid plexus tumor dd nya glioblastoma, ependymoma
Glioblastoma biasa di intraparenkim
Ependimoma biasanya di fossa posterior, intraventrikel biasanya choroid plexus carcinoma
Rathke cleft cyst: kista nya jadi satu sama hipofisisi (celahnya) jadi sering hipofisinya ga keliatan >< craniopharingioma terpisah dg hipofisis
Meningioma tumornya menempel ke tulang
Nyeri kepala TIK/tumor worsened bangun tidur/perubahan posisi krn peningkatan blood flow, chronic progressive
Komentar
Posting Komentar