NERVUS KRANIALIS
1) NAMA-NAMA NERVUS KRANIALIS, FUNGSI, DAN PENILAIANNYA
2) NERVUS KRANIALIS dan BRAINSTEM LEVEL
- III-IV : mesencephalon
- V-VIII: pons
- IX-XII: medula oblongata
Semua N. Kranialis itu dipersarafi bilateral, kecuali N. VII (yg bawah) dan N. XII
3) PERJALANAN SARAF:
a) N. I (olfaktorius):
- <reseptor> epitel olfaktorius di dalam hidung => N. I => bulbus olfaktorius => traktus olfaktorius bercabang dua:
- stria lateral => Broadmann 28 (lobus temporal medial) => korteks serebri dan area asosiasi penghidu
- stria medial => => sistem limbik dan hemisfer kontralateral
- intinya langsung masuk unkus ke korteks olfaktori, tidak lewat brainstem
b) N. II (optikus):
<reseptor> sel cone dan rod => N. II => kiasma optikus (serabut yang dari nasal part of retina menyilang, yang dari temporal tidak) => traktus optikus => korpus genikulatum lateral (bagian dari talamus) => optic radiation => primary visual cortex/Broadmann 17 (lobus oksipital)
x) N. okular motor (III-IV-VI): (KNI Umum) inti nervus di batang otak => r. subarakhnoid => duramater => sinus kavernosus => fisura orbitalis superior => otot ekstraokuler
(DeJong)
- N. III: nukleusnya di PAG, anterior dari akueduktus silvii, level superior colliculus => bercabang dua jadi divisi: superior (m. levator palpebra superior, m. superior rectus) dan inferior (m. rectus inferior, rectus medialis, oblique inferior, pupil)
- N. IV: nukleusnya deket N. III tapi di inferior colliculus => keluar dari posterior, jalurnya terpanjang di antara nervus kranialis lain => m. superior oblique
- N. VI: nukleusnya di 'lantai' ventrikel 4, dikelilingi sama serabut N. VII, mid-lower pons => keluar dari pontomedullary junction => m. lateral rectus
c) N.V: berangkat dari 4 nukleus, 1 motorik dan 3 sensorik. Keempatnya berasal dari: 1 motorik berasal dari pons. 3 sensorik adalah mesencephalic (asal midbrain, proprioseptif otot pengunyah dan mengatur motorik), principal sensory (asal pons, sentuhan dan proprioseptif), dan spinal nucleus (medulla bawah dan spinal cord atas, untuk nyeri dan suhu)
=> masuk ke trigeminal ganglion (di fossa media cranium, di kavum Meckel yg terbentuk oleh duramater, berbentuk semilunar melengkung ke depan).
=> dari ganglion membagi diri menjadi V1 (ophthalmicus, keluar dari superior orbital fissure, purely sensory), V2 (maxillaris, keluar dari foramen rotundum, purely sensory), dan V3 (mandibularis, sensory + motorik)
=> V1 terbagi menjadi tiga:
- frontal branch (mempersarafi upper eyelid dan forehead, n. supratrochlear, n. supraorbital),
- lacrimal branch (lacrimal gland, conjunctiva, upper eyelid),
- nasociliary branch (long-short ciliary nerve di belakang mata,
- long: kornea, saraf simpatis dilator pupillae muscle,
- short: sensory dari struktur dalam mata, simpatis-parasimpatis pembuluh darah dan sfingter pupil,
- nasociliary nerve jalan terus di medial orbita ke nasal, mempersarafi sinus dan nasal mucosa,
- terminal branchnya dan n. infratroklear mempersarafi lower eyelid, bridge of nose, conjunctiva, lacrimal sac)
=> V2 keluar dari foramen rotundum,
- keluar lewat depan dari os sphenoid, lalu bercabang di fossa pterigopalatine (di belakang maksila dan di bawah os palatine) menjadi n. nasopalatina, greater and lesser palatine nerve, dan n. pharyngeal. Mempersarafi nasal, palatine mucosa dan membawa informasi autonom ke kelenjar nasal, palatine, dan faring.
- di lantai orbita, berjalan lateral menjadi n. zigomatikus yg mempersarafi pipi dan pelipis depan, juga terhubung dengan cabang lacrimal ophtalmic nerve
- berjalan lateral lagi adalah n. infraorbital yg menembus maksila dan mempersarafi kulit antara lower eyelid sampai upper lip dan ala nasi, cabangnya mempersarafi sensor gigi atas.
=> V3 keluar dari foramen ovale, bercabang menjadi
- nervus di pterigoid medial, mempersarafi m.tensor veli palatini, tensor timpani, dan pterigoid media
- divisi anterior, mempersarafi motoris otot mastikasi (m. temporalis, m. lateral pterigoid, dan m. masseter) dan sensoris bukal (n. buccal)
- divisi posterior terbagi menjadi tiga cabang:
- lingual: sensory 2/3 anterior lidah, membawa informasi parasimpatis ke kelenjar submandibula dan sublingual, membawa sensasi rasa ke chorda timpani (cabang n. fasialis)
- inferior alveolar nerve: sensory di gigi mandibular, sensory dagu, motoris otot mylohyoid
- paling belakang ada auriculotemporal nerve: sensory di pelipis dan sisi wajah, memberikan persarafan parasimpatis ke kelenjar parotis
kalo ascendingnya, dari sensori akan masuk ke 1) formasio retikularis 2) talamus 3) inti motorik N. V => yang dari talamus (kontralateral) diteruskan ke korteks sensori kontralateral
d) N. VII:
nukleusnya berasal dari ventrolateral tegmentum pons (tegmentum: dorsal pons, di belakang ventrikel 4) yang dekat medula oblongata. serabut saraf yang keluar dari nukleus tersebut mengitari nukleus abdusen dan membentuk tonjolan di lantai ventrikel 4 (facial colliculus)
terdapat dua subdivisi, N. Fasialis sebenarnya (pure motoric otot wajah) dan N. intermediat (sensory dan serabut parasimpatis). Keduanya masuk ke meatus akustikus internus (di petrous part of temporal bone), sebelumnya masih terpisah, tapi begitu masuk ke temporal bone, keduanya bergabung menjadi satu nervus dan 'berujung' di ganglion geniculatum.
- greater petrosal nerve berjalan anterior di dalam os temporal menuju ganglion pterigopalatin, mempersarafi kelenjar-kelenjar di nasal, lacrimal, pharyngeal, palatine dengan serabut PARASIMPATIS
- terus yang berjalan ke lateral dan menukik ke bawah, itu motoris semua, tapi ada bagian kecil yang bercabang ke depan, ke belakang membran timpani, yaitu chorda tympani yang menyalurkan rasa dari nervus lingual (anterior 2/3 of the tongue) dan memberikan inervasi parasimpatis di kelenjar sublingual dan submandibula via the lingual nerve
- cabang yg menukik ini sebelum keluar dari cranium, memberi persarafan stapedius muscle, lalu keluar dari foramen stylomastoid (os temporal), bercabang kecil dua
- mempersarafi m. stylohyoid dan posterior belly dari m. digastric.
- ada cabang besar berjalan ke posterior (n. auricularis posterior, mempersarafi otot-otot oksipital).
- terminal branch facial nerve berjalan melewati parotid gland dan bercabang menjadi 5: temporal, zygomatic, buccal, mandibular, cervical => otot-otot ekspresi (mata, pipi, mulut dan ke leher)
[Perjalanan motorik N. VII: dari motor cortex, turun ke inti di pons, tapi untuk persarafan motorik wajah sebelah atas masih mendapat persarafan dari bilateral korteks, sedangkan yang bawah hanya dari korteks kontralateral => kepentingan klinis: STROKE vs BELL'S PALSY]
e) N. VIII: terdiri dari komponen vestibuler dan koklear
- vestibuler: <reseptor> sakulus - utriculus kanalis semisirkularis => nukleus vestibularis (perbatasan pons-medula oblongata) => di sini banyak bersinaps dengan neuron dari yang jalur lain (N.III, IV, VI), yang terpenting adalah yang ke 1) serebelum melalui pedunkulus serebelaris inferior 2) korteks sensoris di atas lateral fissure
- koklearis: <reseptor> organon korti => impuls dibawa melewati N. VIII masuk pons => nukleus koklearis (di permukaan pedunkulus serebelar inferior, medula oblongata) => nukleus posterior korpus trapezoid dan nukleus olivarius di pons => lemniskus lateral => <mesensefalon> nukleus kolikulus inferior ATAU <talamus> korpus genikulatum medial => korteks auditorik primer (Broadmann 41, 42 = girus Heschl, temporalis superior)
- [traktus desendens tinggal jalan sebaliknya, menajamkan fungsi auditorik]
f) N. IX
- motorik: <dari korteks motorik primer turun ke> nukleus ambiguus (medulla oblongata dorsolateral) => foramen jugularis => selubung karotis, berjalan ke bawah antara v. jugularis dan a. karotis interna => dinding faring lateral => otot hioglosus => bercabang 6 (timpanik, karotis, faringeal, muskular, tonsilar, lingual)
- parasimpatis: dari nukleus salivatori inferior => masuk ke ganglion glosofaringeus superior => inferior => menjadi n. timpanik => masuk rongga timpani lewat kanalikulus timpanik di tulang temporal => menjadi pleksus timpanik => keluar melalui foramen ovale => sinaps di ganglion otik => postganglion: gabung N.V3 menuju kel. parotis
- sensorik (aferen organ dalam): dari ganglion glosofaringeus superior dan inferior.
- Aferen viseral faring-palatum-lidah 1/3 poste: ganglion petrosus => nukleus solitarius.
- Pengecapan: nukleus gustatorik (solitarius dorsalis)
- Cab. karotis membawa impuls dari baroreseptor dan kemoreseptor karotis ke foramen jugularis
g) N. X
- motorik: di medula oblongata, nukleus ambiguus, mempersarafi otot konstriktor faring dan intrinsik laring. Cabangnya ada n. faringeal, n. laringeal rekuren (yang menegangkan pita suara), dan n. laringeal superior (salah satu fungsinya adalah abduksi/saling menjauhkan pita suara)
- sensorik: bagian bawah dari traktus solitarius.
- pengecapan: ganglion inferior N. X => menyilang di medula oblongata => talamus kontralateral => => girus postsentral.
- sensasi umum: ganglion superior N. X => nukleus spinal N. V
- parasimpatik: nukleusnya ada di dasar ventrikel empat, aferen dari hipotalamus dan N. IX (refleks sinus karotis). eferen terdistribusi ke otot involunter organ dalam dari bronkus sampai sepertiga distal kolon transversum
h) N. XI (pure motorik): kumpulan radiks nervus kranialis (nukleus ambiguus) dan spinalis (4 segmen servikal teratas). dari nukleus ambiguus, keluar dari anterior medula oblongata ke lateral pada fosa kranii posterior, bergabung dengan saraf spinal, lalu keluar dari foramen jugularis, terus misah lagi. cabang kranial gabung N. X (otot palatum, faring, laring), cabang spinalis mempersarafi otot sternokleidomastoid dan trapezius.
i) N. XII (pure motorik): mempersarafi otot intrinsik lidah, m. stiloglosus, hioglosus, genioglosus
Nukleus hipoglossus dekat dengan garis tengah medula oblongata, menerima persarafan dari kedua hemisfer, serabutnya keluar dari anterior medula oblongata, terus sampai keluar di kanalis hipoglosus, berjalan di antara a. karotis interna dan v. jugularis interna. terus sampai mempersarafi otot lidah.


Komentar
Posting Komentar