GERAK ABNORMAL (FENOMENOLOGI)
Sekilas pandang anatomi: terdapat tiga organ/sistem yang terlibat dalam pergerakan yaitu 1) traktus piramidalis 2) ekstrapiramidalis (yang memfasilitasi supresi; patologinya adalah gagal fasilitasi: hipokinesia, gagal supresi: hiperkinesia) 3) cerebellum. Gangguan dari salah satu sistem ini dapat menyebabkan gangguan gerak dengan berbagai fenomenologi.
Fenomenologi:
- Athetosis: slow involuntary, writhing movement, disebabkan oleh gangguan basal ganglia
- Ataxia: lack of motor control => gait abnormality, disebabkan oleh gangguan cerebellum/proprioseptif
- Chorea (jika parah: ballismus): dance like, disebabkan oleh gangguan caudate nucleus (basal ganglia)
- Myoclonus: brief involuntary twitching. Disebabkan oleh gangguan struktur yang dinamakan Guillain/Mollaret triangle, yang nama lainnya adalah myoclonus triangle (nukleus dentata - serebelum, nukleus rubra - mesensefalon, nukleus olivarius inferior - med. oblongata).
- Myoklonus degeneratif: biasanya disertai dengan gangguan gerak yang lain (myoklonusnya bersifat simtomatik)
- Belly dancer syndrome/diskinesia: diaphragmatic myoclonus. Ini mirip dengan abdominal seizure (yang bisa ada pada TLE). Akan terjadi sepanjang hari, singkat-singkat, dan gerakannya maju mundur (bukan kiri-kanan)
Note:
- myoclonus touch sensitive bisa terjadi post ROSC di ICU
- Tremor: sifat gerakannya stereotipik, ritmis
Komentar
Posting Komentar