CEREBRAL PALSY

1) DEFINISI

Sekelompok GANGGUAN PERKEMBANGAN dicirikan gangguan GERAK DAN POSTUR yang menyebabkan keterbatasan aktivitas, disebabkan LESI OTAK NONPROGRESIF pada JANIN/BAYI (<3 tahun). Karena lesi muncul pada <3 tahun, diagnosis yang dibuat pada usia 5-6 tahun sering misdiagnosis.


2) PENYEBAB LESI: injury, perkembangan otak abnormal, prematur, gx vaskuler, leukomalacia (ischemic white matter injury), perdarahan, hipoperfusi


3) DIAGNOSIS (hanya pada usia 12-24 bulan! dx dini pada umur 12 minggu)

a) ANAMNESIS

  • Tidak memenuhi developmental milestone, terutama GROSS MOTOR, diawali hipotonia pada usia 6 bulan-1 tahun pertama kehidupan, lalu spastik
  • HAND PREFERENCE sebelum usia 1 tahun (RED FLAG => karena possible hemiplegia)
  • pincang/tidak bisa merangkak
  • failure to thrive
  • HARUS TIDAK PROGRESIF! kalo awalnya normal terus regresi => neurodegeneratif, bukan CP
  • riw. prenatal: obat, toksin, infeksi, trauma, penyakit akut, radiasi, gerakan janin lemah saat mengandung, abortus spontan, konsanguinitas, peny. saraf bawaan
  • riw. perinatal: UK saat lahir? presentasi dan tipe persalinan? BBL? Apgar skor? komplikasi neonatal?
  • riw. perkembangan: motorik kasar, halus, bahasa, sosial

b) PEMERIKSAAN FISIK:

  • Kesan umum: postur/kekuatan/gait asimetris, koordinasi abnormal, gait pattern: scissoring, equinus (toe walking/jinjit atau jalan pake tumit)
  • Antropometri: gx pertumbuhan. 
    • mengukur tinggi badan: ukur tinggi lutut (tulang lutut sampai tumit) lalu masukkan rumus sebagai x
      • L (6-18 tahun) = 2,18x + 39,60
      • P (6-18 tahun) = 2,22x + 40,54
  • ROM: kontraktur sendi
  • Tonus: hipo/hipertonik
  • Refleks: reflex primitif persisten, refleks fisiologis meningkat
  • G(ross)M(otor)F(unction)C(lassification)S(ystem):
    • I: paling baik, tanpa bantuan
    • II: perlu berpegangan
    • III: walking aid
    • IV: wheelchair, butuh bantuan orang lain dalam situasi tertentu
    • V: paling buruk, slouching? (posturnya selalu nunduk/bungkuk, jadi butuh ditegakkan alat)


c) PENUNJANG: MRI bisa normal, bisa abnormal (ventricular leucomalacia, masalah di korteks/ganglia basalis/serebelum)

4) KLASIFIKASI 

a) Berdasarkan klinis:


  • Spastic hemiplegia: spasme sebelah, ekstremitas atas lebih kaku
  • Spastic diplegia: spasme bilateral ekstremitas bawah (dengan/tanpa ekstremitas atas, jika terlibat maka lebih ringan dari ekstremitas bawah), PALING BANYAK
  • Spastic quadriplegia: spasme empat-empatnya
  • Diskinetik: EPS (athetoid, choreoathetoid, dystonia) dan hipertonia 
  • Mixed: spastik dan diskinetik ada bersamaan
  • Hipotonik: hipotonia, hiporeflexia, reflex primitif persisten
  • Monoplegia: satu limb saja yang terpengaruh

b) Berdasarkan fungsi: mild, moderate, severe (sesuai dengan International Classification of Functioning, Disability and Health dari WHO). Kasarnya:

  • mild: masalah kesehatan terjadi kurang dari 25% waktu, bisa ditoleransi dan jarang terjadi dalam 30 hari belakangan
  • moderate: masalah kesehatan terjadi kurang dari 50% waktu, dengan intensitas yang sedikit menyulitkan keseharian dan terjadi kadang-kadang selama 30 hari belakangan.
  • severe: masalah kesehatan terjadi lebih dari 50% waktu, dengan intensitas yang mengganggu sebagian keseharian dan sering terjadi selama 30 hari belakangan. 
  • complete impairment: masalah kesehatan terjadi lebih dari 95% waktu, dengan intensitas yang mengganggu keseharian secara total, terjadi tiap hari selama 30 hari belakangan.


5) MANAJEMEN:

a) Farmakologi

  • antispasme: baclofen, clonazepam
  • anti EPS (botulinum toxin, antiparkinson)

b) Pembedahan

c) Rehab

d) Konsul orto: karena rawan fraktur nontraumatik (dari gangguan postur/spastik dapat mengganggu tumpuan badan)


6) PROGNOSIS: 

a) Tergantung penanganan awal, cepat/lambat. 

b) Tidak bisa sembuh, tetapi bisa diminimalkan disabilitynya. 

c) Spastic quadriplegia dan diskinetik lebih BURUK prognosisnya dibanding diplegia dan hemiplegia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENINGITIS TB

TERAPI EPILEPSI (ANTI SEIZURE MEDICATION/ASM)