AMYOTROPHIC LATERAL SCLEROSIS

1) DEFINISI: penyakit DEGENERATIF yang umum dari sistem MOTOR NEURON, ditandai dengan ATROFI otot (hence 'amyotrophic') karena degenerasi dari SEL-SEL KORNU ANTERIOR => digantikan oleh astrosit pada kolumna lateral (hence 'lateral').

FATAL! MEDIAN SURVIVAL PERIOD OF 3 YEAR FROM ONSET.


2) EPIDEMIOLOGI: insidensi, 2 per 100.000 per tahun (prevalensi: 6 per 100.000). 5%-nya adalah familial (diturunkan dalam pola dominan). Male: female 1,5:1. Mean age of onset 55 tahun


3) PATOFISIOLOGI: penyakit ini ada kemungkinan disebabkan oleh oxidative stress dan kelainan genetik yang menyebabkan gx metabolisme sel saraf. Menyerang sistem motorik: mempengaruhi KORNU ANTERIOR => brainstem => jaras KORTIKOSPINAL (UMN) di girus presentral => neuron prefrontal


4) DIAGNOSIS
a) Klinis: kelemahan ASIMETRIS anggota gerak, keterlibatan BULBAR
  • Tanda LMN: KELEMAHAN PROGRESIF, ATROFI, fasikulasi, REFLEKS DAN TONUS MENURUN. 
  • => jika sudah mencapai saraf UMN akan menjadi SPASTIK 
  • => bisa juga menjadi GX KOGNITIF dan EMOSI LABIL jika sampai di lobus frontal (demensia frontal)
  • IMMOBILITAS menimbulkan komplikasi: pneumonia aspirasi, ulkus dekubitus, DVT
Klasifikasi berdasarkan onset:
  • Limb onset: di limb akan muncul tanda UMN (tonus meningkat, refleks meningkat, respons plantar ekstensor) dan LMN (muscle wasting di tangan yang paling kelihatan => skeleton hand, fasikulasi) . Persebaran: di ekst. atas, ekstensor; di ekst. bawah, fleksor. Spastik tapi tidak berat. 
  • Bulbar onset (aka progressive bulbar palsy): tidak melibatkan N. III, IV, VI, sulit menelan, mengunyah, wajah tidak berekspresi, jaw jerk (+) meningkat, kelemahan palatal, lidah sulit dijulurkan/bergerak lambat.
Namun, lama-lama pasien akan memunculkan gambaran dari varian yang berbeda dengan onsetnya, juga melibatkan otot-otot pernapasan.

b) Penunjang:
  • Elektrofisiologi: normal sensory nerve conduction, abnormal motor nerve conduction, reduced motor compound muscle action potentials. EMG jarum: fibrilasi.
  • Neuroimaging: tidak ada lesi struktural
c) Kriteria dari World Federation of Neurology: selain menggambarkan kepastian diagnosis, juga menunjukkan progres/tahapan penyakit, apalagi kalau diagnosis lain sudah disingkirkan.


Ket: region dibagi 4: bulbar (kepala/cranial nerve), cervical, thoracal, lumbosacral.


5) TATALAKSANA: TIDAK BISA DISEMBUHKAN => fokus pada memperpanjang hidup dan meningkatkan kualitas hidup. Farmakoterapi ditujukan untuk mengatasi oksidatif stress ini (riluzole: antagonis jalur glutamat, dosis 1x100 mg/hari dapat memperpanjang hidup hingga 2 bulan) dan simtomatik + end of life tx.


====

ALS

n. vii, x, ix, xii lmn (terutama fasikulasi lidah)

pastikan tdk melibatkan sistem sensorik dan otonom. bisa kena otonom tapi jarang, ALS adalah somatik

definit: 3 regio lmn, umn (bulbar, cervical, thorakal, lumbal). EMG cari PSW atau fibrilasi

dd: polio, myopathy

NEEDLE PENTING


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENINGITIS TB

TERAPI EPILEPSI (ANTI SEIZURE MEDICATION/ASM)