PRIMARY CENTRAL NERVOUS SYSTEM VASCULITIS (PACNS)
Disebut juga primary angiitis of CNS atau CNS vasculitis adalah penyakit radang pembuluh darah yang jarang, mengenai otak dan med. spinalis, tanpa keterlibatan sistemik/penyakit jar. ikat.
Etiologi: tidak diketahui, walaupun ada beberapa pemicu patogen infeksius seperti V. zoster. Mungkin terkait dengan cerebral amyloid angiopathy (amyloid-beta-related angiitis).
Patofisiologi: dianggap sebagai proses noninfeksius, berasal dari aktivasi sistem imun yang berpusat dari aktivasi sel T. MMP-9 juga termasuk efektor. Angiitis terkait beta amiloid itu karena amiloidnya tidak bisa 'dibersihkan' sehingga menumpuk di pembuluh darah korteks dan leptomeningeal. Efeknya: inflamasi, menyumbat aliran darah, iskemia, dan infark jaringan dengan hemorage (kadang-kadang)
Histo-PA: vaskulitis pada pembuluh darah kecil dan medium pada arteri parenkim dan leptomeningeal. Subtipe
- granulomatous: dominan MN, granuloma, sel multinucleated dinding pembuluh darah
- limfositik: dominan limfosit tanpa granuloma
- necrotizing: inflamasi transmural, nekrosis fibrinoid
- tanda neurologis fokal
- nyeri kepala
- gangguan kognitif
- ataxia
- kejang
- demam
- gangguan psikiatrik-amnestik
- gangguan penglihatan
- myelopati
- harus dipertimbangkan dalam kasus: penurunan kognitif progresif ATAU perubahan kepribadian yang tidak terjelaskan
- demam
- infeksi sendi
- batuk
- infeksi sinus-paru
- ruam
- riw. paparan patogen atau toksik
- hematuria, proteinuria
- Lab (LCS; LED juga bisa untuk eksklud saja):
- (abnormalitas pada 90% kasus) peningkatan leukosit ringan (> 5 sel/mL) dan/atau total protein (> 45 mg/dL), glukosa normal.
- Kultur, PCR virus untuk mencari infeksi laten.
- Sitologi untuk menghindari malignansi.
- Pencitraan:
- MRI kepala: perubahan iskemik >> hemorage
- Angiografi: alternating segments of stenosis, dilatasi atau oklusi, pada pembuluh darah medium dan besar
- Gold standard: DSA
- High resolution vessel wall imaging (HRV MRI): baru naik sebagai alat diagnostik, tapi belum rutin; temuannya concentric enhancement vessel wall
- Biopsi p.d. otak tidak sensitif untuk PACNS karena sumber vaskulitisnya masih bisa dari mana-mana (bukan primary)
- Kriteria diagnostik: semua kriteria terpenuhi
- defisit neurologis tidak terjelaskan setelah pencarian ekstensif untuk penyebab lain
- ada bukti proses arteritik inflamatorik dalam SSP via angiografi atau histo-PA
- tidak ada bukti vaskulitis sistemik atau sebab lain yang menyebabkan perubahan angiografi atau histo-PA
- RCVS
- CAA
- Secondary CNS vasculitis
- Terapi induksi dengan glucocorticoid saja atau kombinasi dengan siklofosfamid. Responsnya mirip. Durasi 2-6 bulan hingga klinis dan radiologis resolved. Mulai terapi dengan
- prednison oral 1 mg/kg/hari.
- Siklofosfamid dimasukkan secara IV pada dosis 800-1000 mg/bulan dengan durasi rata-rata 6 bulan
- oral: 2 mg/kg/hari (max. 200 mg/hari), biasanya 3-6 bulan
- pulse bulanan 750 mg/m2 selama 3-6 bulan
- Pada manifestasi yang lebih parah, pulse metilprednisolon 1g/hari selama 3-5 hari dapat diberikan, tapi tidak ada bukti ini lebih baik dibandingkan dosis oral
- Terapi maintenance pada umumnya dengan azathioprine atau mikofenolat mofetil (durasi 12-18 bulan), dengan monitoring 1-2 bulanan. Atau
- prednison 5-20 mg/hari (+) salah satu dari di bawah ini:
- azatioprin (imuran) 1-2 mg/kg/hari
- mikofenolat mofetil 1-2 g/hari
- metotreksat 20-25 mg 1 minggu sekali
- Jika resisten dengan steroid dan imunosupresan, dapat dipertimbangkan: rituximab, azathioprine, MTX, infliximab
- Terapi profilaksis P. jirovecii dan osteoporosis harus diberikan pada semua pasien, terutama pada pasien yang kena dosis tinggi steroid
- Evaluasi pencitraan atau workup lain perlu dilakukan pada kasus perburukan
- Terapi pencegahan stroke sekunder standar dilakukan setelah remisi
- antiplatelet
- aspirin (ASA): 75-325 mg/hari atau
- CPG: 75 mg/hari
- DAPT tidak ada bukti untuk rutin
- manajemen faktor risiko yang agresif (statin, ACE-I, etc.)
- hidrasi
- terapi fisik dan okupasi
- relaps pada 26-27%
- faktor prognosis baik: diagnosis dini, KPS tinggi pada saat diagnosis, defisit neurologis fokal premorbid yang lebih sedikit
Komentar
Posting Komentar