Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2025

BLINK REFLEX

Gambar
Aferen: N. V (tercermin pada gelombang R1, yang mewakili jalur refleks antara nukleus sensorik utama N. V di midpons dan nukleus fasialis ipsilateral di tegmentum pons bawah) Eferen: N. VII, dengan efektor: m. orbicularis oculi (tercermin pada gelombang R2i(psilateral) dan R2c(ontralateral), mewakili jalur multisinaptik dari nukleus spinal N. V di pons-medula dan interneuron yang menghubungkan dengan nukleus fasialis bilateral) karena meskipun yang distimulus cuma satu sisi dari N. V tapi kedip pasti bersama-sama. R1: lengkung reflex monosinaptik => N. V1 - Vm (nukleus sensori utama, pons ) - nukleus N. VII - N. VII ipsilateral R2: multisinaptik nukleus Vs (spinal, di medulla oblongata)   Stimnya: di inferiornya palpebra inferior, elektrodanya ditempel di medial eyebrow Yang terganggu adalah latensi. Membedakan lesi N. V dan VII: kalau yang kena N. V: R1 pasti kena pada stimulus ipsilateral, R2i kena, R2c kena juga karena ga ada stimulus yang masuk. stimulasi pada kontralateral,...

DASAR PEMERIKSAAN ELEKTROMIOGRAFI (EMG)

Gambar
Alat stim ada katode dan anode. Katode adalah yang negatif yang mengalirkan listrik (elektron). Amplitudo CMAP : Stim di dua tempat untuk mengetahui lokasi  blok konduksinya. Kalau bloknya di antara elektroda aktif dan stim distal, gelombang dari stim distal dan proksimal sama-sama kecil. Kalau bloknya di antara lokasi stim distal dan proksimal, gelombang stim distal normal, proksimal kecil. Kalau bloknya di lebih proksimal dari stim proksimal, gelombang stim distal dan proksimal sama-sama normal. Bayangkan aja kabel disetrum, kalo kabelnya (saraf) putus maka ga akan bisa menyalurkan stimulasi ke avometernya (elektroda). Pemeriksaan SNAP ada dua jenis: Antidromik (yang sering dikerjakan): stim di proksimal, elektroda di distal >< Ortodromik F-wave : stim supramaksimal 10x, jalurnya dari stimulator => traktus motorik => kornu dorsalis => balik ke elektroda perekam. Gunanya untuk menilai lesi proksimal. Motorik murni. Yang harus dilihat pada F-wave: - latensi minima...

ANATOMI DAN FISIOLOGI SARAF TEPI

Gambar
Anatomi Serabut saraf memiliki pelindung jaringan ikat: - endoneurium : membungkus masing-masing akson - perineurium : membungkus fasikel (kumpulan akson + endoneurium) - epineurium : membungkus fasikel dan pembuluh darah => di medula spinalis, berubah menjadi duramater Pleksus Brakhialis Fisiologi Saat resting : bagian dalam akson lebih negatif dibanding luarnya (-70 mV). Ion Na lebih banyak di luar, K lebih banyak di dalam. Saat terjadi rangsangan listrik, ion Na masuk sel => depol . lalu diteruskan ke sekitarnya. diikuti dengan repol (Na keluar, K masuk) => rest. Konsentrasi ion di dalam dan di luar sel saraf Na+: 150 ekstrasel, 15 intrasel K+: 5 ekstrasel, 150 intrasel Klasifikasi serabut saraf: Pada intinya: Serabut A: motor neuron dan sensoris muscle spindle, raba getar, kecual i  Aδ : nyeri suhu Serabut B: motorik otonom preganglion, tidak bermielin Serabut C: motorik otonom postganglion, nyeri suhu

MENINGITIS BAKTERIAL

Gambar
Diagnosis: Trias meningitis: demam, sakit kepala, kaku kuduk Pemeriksaan LCS:  protein > 50 mg/dL, xantochromia (jika protein > 150 mg/dL),  rasio glukosa LCS/serum < 0,31,  glukosa LCS < 40 mg/dL,  pleositosis LCS PMN dominan Terapi: Antibiotik Empiris: ceftriakson 2 x 2 g atau cefotaxim 4 x 2 g IV jika alergi penisilin: chloramphenicol 4 x 25 mg/kg IV  Pasien berusia >= 60 tahun atau immunocompromised: + amoxicillin/ampicillin 6 x 2 g IV Selanjutnya disesuaikan dengan hasil kultur. Terapi antibiotik umumnya selama 5-14 hari Terapi antiedema otak: + dexametason 4 x 10 mg IV

APRAKSIA

DEFINISI: Apraxia adalah gangguan kompleks dari gerakan volunter yang tidak berasal dari kelemahan maupun disfungsi lain area motorik primer, bukan karena tidak adanya motivasi atau tidak mengerti perintah. Pasien dengan apraksia tidak bisa mengombinasikan gerakan dasar menjadi sekuens kompleks gerakan yang bertujuan. JENIS-JENIS:  Motor apraxia - ideomotor: lesi di hemisfer dominan (kiri) di area asosiasi motorik. Pasien biasanya mendadak berhenti bergerak, menghilangkan gerakan dasar dari sekuens yang kompleks. Sulit kalau disuruh melakukan suatu pekerjaan; bisa menirukan, tapi bingung pas dikasih alatnya (misal menyisir rambut, tapi gerakannya malah menyisir dengan jari) . - ideasional: lesi di hemisfer dominan (kiri) di lobus temporopaarietal. Pasien bisa melakukan gerakan kompleks berurutan tapi tidak tahu tujuannya apa. Sulit menginisiasi gerakan atau berhenti mendadak. Salah urutan gerakannya. Salah satu cara ceknya dengan komando memakai baju => pasien bisa saja menganci...