VERTIGO & DIZZINESS (PENDEKATAN UMUM)

Menurut ICVD, ada 4 layer diagnosis vertigo/vestibular syndrome:

  • gejala: 4 gejala vestibuler kardinal, yaitu vertigo, dizziness, gejala vestibulovisual, gejala postural
  • sindrom: episodic/spontaneous/triggered
  • etiologi: diagnosis
  • mekanisme


Definisi acute symptomatic "dizziness" dan "vertigo" sangat bervariasi dan banyak tumpang tindih. Focus on "timing" (kontinyu vs episodik), trigger, dan targeted bedside eye examinations (TiTrATE)


TIPE VESTIBULAR SYNDROME ("Timing" dan "Trigger")

  • Acute Vestibular Syndrome (AVS):
    • bertahan lebih dari 24 jam
    • tiba-tiba, kontinyu, bertahan selama beberapa hari
    • biasanya ada nistagmus
    • contoh penyakit yang sering: acute vestibular neuritis, stroke
  • Episodic Vestibular Syndrome (eAVS):
    • bertahan kurang dari 24 jam
    • saat evaluasi seringkali gejala sudah resolved => jika memungkinkan, bisa meminta pasien merekam nistagmusnya
    • contoh penyakit: Meniere's syndrome, TIA, Vestibular Migraine
Untuk kasus acute dan episodic, diagnosis dapat menggunakan TiTrATE

Note:
AVS bidireksional maka nistagmusnya tidak ada trigger. Sementara itu, untuk t-EVS harus ditrigger manuver-manuver tertentu, misalnya Dix Hallpike atau Supine Roll

  • Chronic Vestibular Syndrome:
    • datang dengan keluhan tidak seimbang atau disorientasi derajat rendah yang konstan levelnya
    • bisa memiliki fase episodik

++ Positional Vestibular Syndrome:

  • serangannya bertahan detik hingga menit
  • pasien akut: tidak menyadari adanya pemicu posisi, tapi takut bergerak, mual, muntah yang sering
  • pasien kronik: menyadari pemicu vertigo dari posisi


PITFALL dalam diagnosis vertigo:

  • asumsi bahwa vertigo akut => gangguan telinga dalam. Bisa saja sentral
  • asumsi bahwa eksaserbasi (perberatan) vertigo, mual, dan muntah dengan gerakan kepala tidak berbeda dengan vertigo yang dipicu gerakan kepala, padahal beda! Semua vertigo (sentral/perifer) memberat dengan perubahan posisi kepala.
  • jangan melakukan manuver Dix Hallpike atau head roll pada pasien dengan nistagmus spontan karena interpretasinya bisa salah


Yang perlu diperhatikan pada PEMERIKSAAN PASIEN VESTIBULAR SYNDROME:

  • Jika pasien dizziness akut/kronik mengalami nistagmus spontan, pemeriksaannya fixation block (dapat bermacam-macam cara, yang paling sederhana adalah meletakkan kertas putih di depan mata dan mengamati nistagmus dari samping), jangan disuruh fiksasi ke satu arah
  • jika tanpa nistagmus spontan, pemeriksaannya positional (Dix Hallpike, head roll)
  • Untuk menghindari kesalahan diagnosis, uji semua pasien vertigo dengan teknik nistagmus fixation block techniques, lalu lanjutkan dengan nistagmus elicitation techniques dan positional testing
  • Memeriksa nistagmus spontan pasiennya diamati tanpa instruksi khusus. Jika tidak spontan, amati apakah nistagmus apakah ada fatigue?
  • Pengujian disarankan dengan pasien duduk

Komentar