ABSES OTAK

Lokasi tersering: frontal, serebellum, batang otak


Patogen: tersering adalah Streptococcus dan Staphylococcus. Bisa juga M.tb, Klebsiella, Pseudomonas, dan jejamuran.


Faktor risiko:

  • Infeksi:
    • OMSK
    • mastoiditis
    • Sinusitis akut & kronis
    • Endokarditis akut
    • HIV
    • Gigi
  • Defek kranium:
    • trauma kepala penetrans
    • kraniotomi
  • Transplantasi organ
  • Kongenital: penyakit jantung, AVM


Fase-fase Abses Serebri:


Diagnostik:

Klinis, pemfis, dan penunjang awal boleh CT scan atau MRI. Evaluasi pada 2-4 minggu (jika imaging pertama CT maka selanjutnya sebisa mungkin MRI)

mengetahui sumber infeksi dengan kultur pus. Misal pasien sumbernya jelas dari OMSK, maka kultur pus tidak harus melalui drainase, tapi melalui sekret OMSK-nya saja dapat menentukan antibiotik apa yang cocok.


Regimen Antibiotik Abses Otak

 

Berdasarkan buku POKDI Infeksi:


Kombinasi yang biasanya dipakai: ceftriaxone 2 x 2 g  IV + metronidazole 4 x 500 mg selama 6-8 minggu. Durasi standar: IV 6-8 minggu lanjut PO 4-8 minggu (Cheat: 2 minggu IV lanjut PO hingga 6-8 minggu).

Anak, orang tua, tidak respons dengan terapi standar: vancomycin

Jika abses menyebabkan hidrosefalus atau berada di infratentorial, maka dapat menyebabkan peningkatan TIK dan mungkin membutuhkan pembedahan. Kalau lokasi sulit, bisa pendekatan stereotaktik (di RSSA belum bisa). Fase late capsulated juga tidak bisa masuk antibiotik, butuh operasi
Bisa terapi farmakologis saja kalau ukuran kecil < 2.5cm, atau GCS >12 dengan sumber yang jelas, multipel abses, atau kritis stadium akhir

Referensi

1. Alvis Miranda, H., Castellar-Leones, S. M., Elzain, M. A., & Moscote-Salazar, L. R. (2013). Brain abscess: Current management. Journal of neurosciences in rural practice4(Suppl 1), S67–S81. https://doi.org/10.4103/0976-3147.116472

Komentar